Assojar

Semua kain batik bisa disebut Batik?

05 Aug 2026
Artikel
Semua kain batik bisa disebut Batik?

Banyak dari kita mengira semua kain bermotif batik dibuat dengan cara yang sama. Padahal, di balik kemiripannya ada proses yang berbeda.

1. Batik Tulis

Batik tulis dibuat satu persatu seperti melukis di atas kain menggunakan canting bambu tembaga dan malam lilin batik. Setiap garis, titik, dan detail yang dikerjakan dikerjakan langsung oleh tangan perajin. Karena Sepenuhnya manual, setiap kain memiliki karakter yang unik. Tidak ada yang benar-benar sama. Prosesnya bisa memakan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan tergantung kerumitan motifnya. Tak heran, batik tulis sering dianggap memiliki nilai seni yang sangat tinggi.


source: Assojar

2. Batik Cap

Batik cap juga dibuat melalui proses membatik dengan malam. Perbedaannya dengan batik tulis adalah malam diaplikasikan menggunakan canting tembaga seperti stamp yang ditekan ke permukaan kain. Proses pengecapan tetap dilakukan satu persatu pada setiap lembar kain, hanya saja penggunaan cap membuat pembentukan motif menjadi lebih cepat dan konsisten dibandingkan batik tulis.


source: Assojar

3. Printing / Sablon 

Pada teknik ini, motif batik diaplikasikan ke kain menggunakan proses printing/percetakan atau yang sering disebut sablon. Motif diaplikasikan melalui teknik sablon yang tidak bisa disebut dengan Batik melainkan lebih tepat disebut sebagai kain bermotif batik. Teknik ini dipilih untuk produksi skala besar.


source: Paneros Clothing


Jadi sebenarnya yang membuat kain disebut batik bukan karena motifnya, tetapi karena cara pembuatannya. Selama kain tersebut dibuat melalui teknik membatik menggunakn malam (lilin batik), baik canting maupun cap, maka itulah yang disebut Batik. Sedangkan, jika motifnya dibuat dengan teknik cetak tanpa melalui proses membatik, maka lebih tepat disebut kain bermotif batik.


Nah, setelah pembahasan tadi, setuju nggak sama statement "ngga semua kain bermotif batik itu bisa disebut batik"? 

Bagikan Artikel Ini: